ImageYatim Piatu, Sendi Anak Istimewa Ini Berjuang Send...
Image

Yatim Piatu, Sendi Anak Istimewa Ini Berjuang Sendiri, Yuk Bantu Sendi Raih Masa Depan

Image
Bandung
Rp 16.072.841 terkumpul dari Rp 50.000.000
283 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Tangisannya terus terdengar sambil memeluk ibu tercinta yang terus menerus muntah darah. Tak berselang beberapa lama ibunya meninggal dunia karena pembuluh darahnya pecah.

Pada hari itu, ibunya jatuh sakit. Sendi melihatnya dengan mata kepala sendiri, bagaimana ibu tercintanya yang selalu kuat dan tegar, kini harus terbaring lemah di tempat tidurnya sambil terus menerus muntah darah. 

"Ibu bangun buuuu.... bangun....Ayo bu bangun." - Sambil terus mengoyak-ngoyak tubuh ibu tercintanya. 

Sendi hanya bisa menangis dengan sekuat tenaga, sambil membangunkan ibu tercintanya yang sudah terkulai kaku. Ibunya pergi meninggalkannya seorang diri untuk selama-lamanya. Jeritan dan tangisan Sendi pun terus terdengar yang membuat tetangga terus bermunculan.

Kini Sendi harus hidup seorang diri dengan segala keterbatasannya. Terlebih ia terlahir sangat istimewa, atau orang memanggilnya idiot. Air matanya terus mengalir, mengingat kenangan indah bersama ibunda tercinta.

Kurangnya kasih sayang sang ayah sejak bayi membuat perkembangan psikis Sendi semakin terganggu, apalagi kini didepan matanya terbaring ibu tercinta yang sudah terkujur kaku terbungkus kain kafan. Seorang ibu yang selalu memberikan kehangatan, kenyamanan dan perlindungan untuk dirinya.

Kini Sendi harus hidup seorang diri tanpa sosok ayah dan ibu di tengah keterbatasannya. Air matanya senantiasa membasahi pipi mungilnya tanpa henti sambil terus memanggil almarhum ibu tercinta.

Hari-harinya dijalani dengan penuh kesepian. Semuanya ditelan pahit-pahit seorang diri, sambil membawa beragam jajanan, Sendi pun terus berjalan menawarkan dagangannya ke setiap anak yang ditemuinya. Berharap ada anak yang mau membeli.

"Aku salah apa kak? Sampai semuanya pergi meninggalkan aku. Kalau aku salah maafin aku." - Ucapnya sambil meneteskan air mata.

Walaupun tubuhnya lelah dengan menahan rasa sakit di kaki yang tiada Tara. Ia terus berjalan menjajakan dagangannya, bahkan sampai ketiduran.

Dan seringkali ia pun menghabiskan waktunya  sambil keliling jajakan dagangan dengan mampir ke makam ibunya hanya sekedar untuk melepas rindu.

Sahabat kebaikan, kita bisa menemani sendi sekaligus menggantikan peran kedua orang tuanya dengan menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki saat ini. Agar Sendi bisa tersenyum bahagia.

Kabar Terbaru

Donatur (283)

Hamba Allah SWT24 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 35.858
Jaya2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 130.155
Javier2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 30.932
Intan Larasati2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 30.381
Harisatrio2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.532

Fundraiser (3)

Bersama Kalian
Berhasil mengajak 193 orang untuk berdonasi.
Rp  10.195.228
HALO
Berhasil mengajak 86 orang untuk berdonasi.
Rp  5.545.904
Semangat Kebaikan
Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi.
Rp  50.201
Mari jadi Fundraiser dan berikan beribu kebaikan dan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (100)

Hamba Allah SWT24 hari yang lalu
Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan, kesehatan & perlindungan untuk hamba sekeluarga.....aamiin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Jaya2 bulan yang lalu
Semoga uang kecil ini bisa bermanfaat untukmu
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Tangan Baik2 bulan yang lalu
Semangat sehat trs ya dek Aamiin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Tangan Baik2 bulan yang lalu
Success in Dunya and Akhirah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Tangan Baik2 bulan yang lalu
Untuk anakku Rafa Rizky Ayuna P, mohon doa yang terbaik
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close