

"Allahu Akbar!!! Pak...pak...Dada ibu sakit... Ibu sudah tidak kuat..."
Teriakan ibu Nurhidayah terdengar begitu nyaring. Lagi-lagi sakit dipayudaranya kambuh.

2 tahun lamanya kanker payudara, kini menjalar ke paru-paru hingga kelenjar getah bening.
.
"Kadang keluar nanah atau darah dari luka dipayudara.Rasa ngilu dan nyut-nyutan selalu menghantui saya setiap saat, cuma bisa nangis dan minta pertolongan kepada sang maha pencipta agar saya bisa kuat menghadapi cobaan ini... Ungkap ibu Nurhidayah sambil meringis merasakan rasa sakit
.
Payudaranya semakin membusuk dan mengeluarkan cairan yang tak sedap akibat sel kanker yang menggerogotinya dari hari ke hari tanpa pengobatan dan kemoterapi yang mumpuni.

.
Bukan tidak mau berobat, namun beban ekonomi yang harus ditanggung oleh sang suami yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tak bisa menanggung semua biaya pengobatan.

.
"Jangankan untuk berobat, untuk makan pun kami benar-benar kesusahan. Terlebih kelima anak kami masih kecil-kecil. Ada sedikit uang hanya cukup untuk makan anak-anak kami saja..." ~Ungkap Pak Bana, suami dari ibu Nurhidayah.
Kondisi ibu Nurhidayah semakin memburuk setiap harinya. Nafasnya sering sesak dan tersenggal-senggal,dengan tubuh yang terkujur kaku. Tangisan kelima anaknya pun senantiasa terdengar.

.
Sahabat kebaikan, kita bisa mengantarkan ibu Nurhidayah kepintu rumah sakit agar rasa sakitnya bisa reda, dan tangisan kelima anak-anaknya terhenti dengan menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki saat ini.