

"Setiap batuk, rasanya sakit banget," ucap Pak Ibang
Pak Ibang (38) lirih, sambil mengusap perutnya yang membuncit karena hernia. Penyakit itu membuatnya tak nyaman, apalagi saat kambuh. Benjolan di perutnya terasa semakin menonjol, seakan memberontak keluar dari tubuhnya.

Dulu, Pak Ibang adalah tulang punggung keluarga. Dengan semangatnya, ia berjualan mainan anak-anak. Namun, nasib berkata lain. Penyakitnya kian parah, modal habis
Istrinya tak kuasa menghadapi cobaan ini, memilih pergi dan meninggalkan Pak Ibang serta kedua anak lelakinya.

"Saya ditinggal saat paling butuh. Tapi, saya harus kuat demi anak-anak," ujarnya mantap. Dua buah hati kecil itu kini menjadi semangat hidupnya. Mereka adalah segalanya.
Sekarang, untuk bertahan hidup, Pak Ibang harus berkeliling menjual cemilan anak-anak yang dibawanya dalam keranjang. Ia tak bisa lagi berjualan aksesoris seperti dulu. Penghasilan dari berjualan cemilan sangat kecil, kadang hanya cukup untuk makan seadanya. Bahkan, seringkali tetangga yang baik hati membantu Pak Ibang dan anak-anaknya agar bisa makan
"Saya tahu, hidup ini penuh cobaan. Tapi, saya yakin, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya" ucapnya penuh keyakinan.

Harapan Pak Ibang sederhana: ia ingin punya modal untuk buka usaha warung kecil di rumah, supaya tak perlu berkeliling lagi dan bisa lebih dekat dengan anak-anaknya. Dengan warung kecil, Pak Ibang berharap bisa menghasilkan uang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari juga untuk pengobatan dirinya tanpa harus mengandalkan bantuan orang lain.
Sahabat kebaikan, Kisah hidup dari Pak Ibang bisa menjadi inspirasi bagi kita dalam menjalani hidup yang penuh dengan perjuangan. Hendaknya kita selalu bersemangat dan pantang menyerah dalam keadaan apapun. Mari kita ulurkan tangan kita untuk membantu mereka menggapai impian dan harapannya, sedikit rezeki dari kita, sangat berarti untuk mereka.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk modal usaha Pak Ibang, serta untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Selain itu akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik