

Apa arti menjadi anak yang berbakti?
Bagi sebagian orang, mungkin dengan memberi hadiah, membahagiakan orang tua, atau mencukupi kebutuhan mereka.
Namun bagi Pak Dede Suherman (45),penyandang disabilitas asal Pacet, Kabupaten Bandung, arti bakti jauh lebih sederhana.
Tetap menemani dan merawat ibunya, meski dirinya sendiri sedang menanggung rasa sakit setiap hari.

Pada tahun 2006, Pak Dede mengalami kecelakaan akibat tersengat aliran listrik.
Kecelakaan itu membuat tangan kanannya harus diamputasi.
Tidak lama setelah pulih, beliau kembali bekerja sebagai buruh ternak bebek demi menghidupi sang ibu yang kini berusia 87 tahun.
Penghasilannya hanya sekitar Rp14.000 per minggu.
Jumlah yang bahkan sulit mencukupi kebutuhan dasar.
Namun bagi Pak Dede, ibunya bukan beban.
Beliau adalah amanah yang harus dijaga.

Beberapa tahun kemudian, luka lama akibat sengatan listrik kembali menimbulkan masalah.
Kaki kanan Pak Dede perlahan membengkak dan mengalami infeksi yang semakin parah.
Karena keterbatasan biaya, pengobatan terpaksa dihentikan.
Akibatnya, hingga hari ini Pak Dede harus menjalani aktivitas dengan cara mengesot.
Rasa sakit menjadi teman setiap harinya.
Namun perjuangannya belum berhenti.
Pak Dede memang memiliki beberapa orang saudara. Namun, semuanya tengah merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Ujian tidak hanya berhenti disitu. Pada tahun 2011, Pak Dede mengeluhkan rasa sakit di kaki kanannya. Ternyata, luka akibat tersengat listrik pada 2006 lalu masih tersisa.
14 tahun dibiarkan, kondisinya semakin parah. Kaki kanan Pak Dede samakin membengkak dan membusuk, sehingga ia kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya.
Pak Dede sempat berusaha untuk berobat. Namun, karena keterbatasan biaya ia pun terpaksa menghentikan pengobatannya.
Kini Pak Dede terus berjuang mencari nafkah dengan cara mengesot, merawat ibunya yang sudah tidak bisa apa-apa tanpa bantuan rutin dari siapapun.
Sahabat, perjuangan hidup Pak Dede merawat ibunya menjadi pengingat bagi kita, sesulit apapun kondisi hidup kita, bakti terhadap orang tua tidak lah boleh putus.
Dengan membantu pengobatan kaki Pak Dede kita juga turut membantu kehidupan ibunya sebagai lansia dhuafa. Insyaallah dukungan donasi yang sahabat berikan akan kami salurkan untuk:
“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat ..." (HR. Muslim)
Salurkan Donasi terbaik dengan cara:
Informasi:
Akta Pendirian No.16, Tanggal 11 agustus 2025.
Nomor SK Kemenkumham : AHU-0017717.AH.01.04.Tahun 2025
Nomor NIB : 1408250124105
Kantor Gapura Kebaikan
Vila Bandung Indah E.11 No.27, Cileunyi Kulon, Kec. Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40622.
Whatsapp Center: 0821-2022-7491