

Dengan Kaki Tak Sempurna, Ustadz Asep Terus Berjuang Ditengah Keterbatasan.

"Waktu itu saya lagi mengajar tiba-tiba spidolnya habis, kami belum mampu beli yang baru, pulang mengajar saya langsung menawarkan tenaga untuk bantu-bantu renovasi rumah tetangga agar dapat uang untuk membeli spidol..." ~Ungkap Ustadz Asep sambil tersenyum
.
"Alif Ba Ta Tsa....
Suara lirih terbata-bata terdengar dari sebuah bangunan sederhana dipedalaman Indonesia, beberapa anak yang dibimbing oleh ustadz Asep terus mengeja huruf demi huruf Hijaiyah yang ada pada buku iqronya dengan penuh kesabaran.

Inilah Madrasah Nurul Ikhsan. Setiap hari 22 anak-anak dari beberapa desa setempat berjalan kaki untuk belajar membaca dan menghafal Qur'an.
.
Kaki-kaki kecilnya dengan kuat menyusuri bukit demi bisa sampai ke Madrasah Nurul Ikhsan. Karena inilah satu-satunya Madrasah berukuran 3x5 meter yang ada didaerah itu.
Walaupun harus duduk berhimpit-himpitan, tempat ini menjadi ruang bagi 22 santri dalam merangkai cita-citanya.
Begitu pun dengan Ustadz Asep Supriadi (52 tahun), walaupun memiliki keterbatasan dengan kaki tak sempurna. Beliau terus berusaha sekuat tenaganya.
.
Adakalanya kakinya harus terluka dan berdarah akibat gesekan batu tajam dari jalan yang dilewatinya. Air matanya keluar menandakan rasa sakit yang tak tertahankan. Namun itu semua tak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus mengajar.
.
"Rata-rata anak disini berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak mungkin kami memungut sumbangan dari orang tua mereka. Untuk kebutuhan sehari-hari saja orang tua mereka rata-rata masih kesulitan..." ~Ungkapnya
.
33 tahun sudah Madrasah Nurul Ikhsan ini berdiri, selama itu pula santrinya terus menerus bertambah. Sementara ruangan yang dimilikinya sangat terbatas.
.
Sahabat kebaikan, mari kita bergandeng tangan menyediakan tempat belajar agama yang layak untuk para santri di madrasah Nurul ikhsan ini.
Insya Allah, setiap tetes hidayah dan kebaikan yang tumbuh dari tempat ini, akan mengalirkan manfaat yang tak terputus di dunia dan akherat kelak.