

"Kami terpaksa berpisah dengan papah karena berbeda keyakinan,
Abang saya gak ada kabar entah kemana, Mamah harus sembuh, saya udah gak punya siapa-siapa lagi" Ujar Koh Maggy sambil menangis

Usianya masih belia, namun cobaan hidupnya sungguh berat. Setelah Koh Maggy, kakaknya dan sang ibu memutuskan untuk berpindah keyakinan beberapa tahun yang lalu, dengan terpaksa mereka harus berpisah dengan sang ayah. Harta berlimpah, hidup mewah yang dirasakan sebelumnya pun turut hilang seketika.
Ujian pahit pun seakan tak berhenti, pada tahun 2020 sang ibu jatuh sakit karena stroke, dulu waktu pertama kali sang ibu, Yetty (60) mengalami stroke dan kelumpuhan, Koh Maggy dan sang kakak masih merawat sang ibu bersama-sama, namun tidak lama sang kakak malah pergi meninggalkan mereka. Padahal waktu itu Koh Maggy sama sekali tidak mempunyai penghasilan dari kurir online dikarenakan pandemi corona.

Masa muda dan kebahagiaan Koh Maggy direnggut oleh ujian yang dihadapi. Dengan terpaksa Koh Maggy harus banting tulang mencari nafkah untuk sang ibu.
Ujian yang semakin berat, ditambah penghasilan Koh Maggy tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama sang ibu, terutama biaya kontrakan, membuat Koh Maggy jatuh sakit secara mental. Akhirnya ia mengalami depresiasi berat dan dirawat di panti rehabilitasi.

Selama Koh Maggy menjalani proses pengobatan, Bu Yetty tidak ada yang merawat. Akhirnya atas bantuan warga sang ibu di bawa ke panti.
"Alhamdulillah setelah di rehab kondisi saya semakin membaik, saya selalu ingat Mamah, siapa yang akan merawat Mamah, saya harus bangkit dan sembuh demi Mamah" Ujar Koh Maggy
Tak terasa kini Bu Yetty hampir 1 tahun dirawat di panti, namun Koh Maggy belum bisa membawanya pulang. Tak ada pilihan baginya.

"Kalau Mamah dibawa pulang, siapa yang akan merawat Mamah, saya harus kerja ngumpulin uang buat bayar kontrakan dan nabung buat kebutuhan Mamah disana, seminggu sekali saya harus mengunjungi Mamah" Ujar Koh Maggy
Sebetulnya Koh Maggy harus masih menjalani pengobatan, namun tak ada pilihan bagi Maggy yang memaksanya harus tetap bekerja. Sayangnya saat ini penghasilannya dari kurir online semakin sepi, sedihnya motor yang digunakannya pun sering mogok.

"Motor yang lama saya pun sering mogok, saya jual dan beli motor bekas lagi, saya jual barang-barang di rumah untuk beli motor ini dan sisanya ada orang baik yang nambahin untuk beli motor, tapi sekarang motor inipun banyak ke bengkel" Ujar Koh Maggy
Orderan kurir online sepi, bahkan seringkali tidak ada orderan. Tak jarang Koh Maggy harus menunggak sewa kontrakan, harus menahan lapar dan tidak makan seharian, bahkan berat badannya turun drastis.
“Koh pulang koh, kasian Mamah, Maggy disini berjuang sendiri, yuk bareng lagi rawat Mamah, kita jemput Mamah di panti" Ujar Maggy sambil menangis
Harapan Koh Maggy ingin sekali membawa Bu Yetty pulang, ia ingin sekali tinggal bersama-sama lagi. "Kalau ada rezeki, Mamah di bawa pulang dan Mamah bisa dijagain sama ART, agar saya bisa fokus kerja, tapi uang darimana? Sering saya gak kerja karena motor mogok" Ujar Koh Maggy
Sungguh berat perjalanan hidup yang harus dijalani Koh Maggy di usianya yang masih belia. Saat ini Koh Maggy sekuat mungkin mengumpulkan uang untuk membawa kembali sang ibu. Namun harus berapa lama? Semakin lama Koh Maggy harus menahan beban rindu, begitupun dengan Bu Yetty.
Sahabat Kebaikan, Koh Maggy butuh bantuan kita, jangan sampai ia kembali depresi. Yuk temani perjuangan Koh Maggy agar ia dapat berkumpul kembali dengan sang ibu.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga Maggy. Selain itu akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik