Hujan yang turun tanpa henti mengubah tenang menjadi bencana.
Di wilayah sekitar Sulit Air, air bah datang membawa lumpur dan gelondongan kayu. Rumah-rumah warga tak hanya terendam, tapi juga tertimbun sisa-sisa alam yang mengamuk.
Jalan tertutup. Akses terputus.
Dan harapan… sempat terasa menjauh.
Melihat kondisi ini, Yayasan Kebaikan Ummat bersama platform KebaikanUmmat.id bergerak cepat menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak.
Bukan hanya sekadar bantuan, tapi harapan yang dikirimkan dari hati ke hati.
Distribusi Sembako
Untuk memastikan dapur tetap mengepul di tengah kondisi sulit.
Air Bersih
Karena setelah banjir, air justru menjadi barang paling langka.
Mesin Chainsaw
Alat pemotong kayu diberikan untuk membantu warga membersihkan gelondongan kayu besar yang menutup rumah dan lahan mereka.
Bagi sebagian orang, chainsaw hanyalah alat.
Namun bagi warga di sana, itu adalah kunci untuk memulai kembali kehidupan.
Sedikit demi sedikit, kayu-kayu besar disingkirkan.
Halaman dibersihkan.
Dan harapan mulai terlihat kembali.
Di tengah lumpur dan puing, kita belajar satu hal:
kebaikan yang sampai tepat waktu bisa menghidupkan kembali harapan yang hampir padam.
Melalui langkah kecil ini, Yayasan Kebaikan Ummat ingin memastikan bahwa mereka tidak sendirian.
Karena sejauh apa pun jaraknya,
kepedulian akan selalu menemukan jalannya.